بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Untuk Dakwah yang kucinta........
Buku ini adalah renungan2 sederhana tentang bagaimana membangkitkan kembali kekuatan ummat yang hari ini terserak-serak bagai buih takberarti. Tentu saja tak hendak muluk, semua ikhtiar itu dimulai dari dalam diri kita. Disini, kita menginsyafi bahwa iman berbanding lurus dengan kualitas hubungan yang kita jalin pada sesame. Juga bahwa tiap hubungan yang tak didassari iman akan jadi sia2. Dan baik iman maupun ukhuwah, memerlukan upaya untuk meneguhkan dan menyuburkannya..
SELAMAT DATANG DALAM DEKAPAN UKHUWAH
Ok, betapa indah Ukhuwah itu……
Karena beda antara kau dan aku sering kali sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapu
Sejuata kebaikan yanglalu
Wasiat Sang nabi itu rasanya berat sekali:
“jadilah hamba2 Allah yangbersaudara”
Mungkin lebihbaik kita berpisah sementara, sejenak saja
Menjadi kepompng dan menyendiri
Berdiri di malam-malam, ebrsujud dalam-dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, emnebar keindahan pada dunia
Lalu dengan rindu kita kembali dalamdekapan ukhuwah
Mengambil cinta dari langit dan menebarkannya dibumi
Dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nuraNI, sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji.
KUBACA FIRMAN-FIRMAN PERSAUDARAAN
ketika kubaca firmanNya, "sungguh tiap mukmin bersaudara"
aku merasa, kadang ukhuwah tak perlu dirisaukan
tak perlu,kareNa ia hanyalah akibat dari iman
aku ingat pertemuan pertama kita, ukhti sayang
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh2 kita yang saling sapa, bahkan kesepakatan
itulah ruh2 kita yang saling sapa, bahkan berpeluk mesra
dengan iman menyala, mereka telah mufakat
meski lisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firmanNya, "sungguh tiap mukmin bersaudar"
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu dirisaukan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
akut ahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
hanya iman2 kita yang sedang sakit, atau mengerdil
mungkin dua2nya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firma persaudaraan ukhti sayang
dan aku makin tahu, emngapa di kala lain diancamkan
"para kekasi pada hari itu, sebagia menjadi musuh sebagian yang lain
kecuali orang2 bertakwa"
kebaikan yang mengakar itu tidak mati dan tidak layu, meskipun keburukan menerpanya atau ia tergilas di jalanan. Demikian pula, keburukan itu tidak bisa hidup kecuali untuk sekedar menghabiskan sebagian kebaikan yangmelekat padanya-- karena memang sedikit ditemukan keburukan yang murni. Ketika ia telah menghabiskan kebaikan yang melekat padanya sehingga tidak lagi tersisa, maka ia pun runtuh dan hancur lebur, meski pokoknya besar dan batangnya tinggi.
dalam dekapan ukhuwah kita mengupayakan agar pohon iman kita kokoh berakar, mnjulang tegar, dan mekar berbinar. Pada akar teguhnya kita mempertautkan diri agar tak hanyut disambar arus deras kebatilan. Pada batang kokohnya kita bersandar, emnegakkan kerja2 besar untuk memperbaiki diri pribadi dan juga ummat ini. Pada daunnya yang rimbun kita bernaung, meneduhkan diri, menyejukkan hati. Pada buahnya yang manis dan harum kita berbagi, bersama merasai, mengeja kenikmatan persaudaraan suci. Inilah pohon iman kita,,, ddu..
jikalau kesejenakkan adalah masa yang membuat termantapkan, maka berlari adalah saat di mana semua termanfaatkan. jikalau kesejenakan adalah waktu singkat untuk mendapatkan energi kehidupan, maka berlari adalah cara untuk menunjukkan energi itu, mengalirkannya, dan membuktikan keberadaan energi itu, mengalirkannya, dan membuktikan keberadaannya. berlarilah. berlarilah mengejar kemenangan.
YAKINLAH DAN PEJAMKAN MATA!
bagaimana cara menguatkan jantung kita, "perbanyaklah hubungan dengan manusia, perkaya. getar2 emosi bersama mereka, lakukan hal2 yang variatif dalam kehidupan, dan cobalah tantangan2 baru!>> jadi benar, selain meluaskan rezki, silaturahim memanjangkan umur.
didalam persaudaraan kita tentang pohon iman, ada unsur yang disebut akar. akarnya adalah keyakinan yang menghujam. dan keyakinan itu terletak dalam qalb.. iman yang kuat adalah yg berdiri diantara khauf dan raja', antara takut dan harap, tidak merasa aman dari azabNy sekaligus berprasangka baik akan surgaNya.
entah mengapa para peyakin sejati justru selalu menyisakan ruang di hatinya untuk bertanya, atau menagih. mungkin saja itu bagian dari sisi manusiawi mereka. atau mungkin justru, itu membedakan iman mereka yang suci dari hawa nafsu yang dicarikan pembenaran. untuk membedakan keyakinan mereka yang menghujam dari kepercayaan yang bulat tanpa pijakan.
yakin dan naif.
keyakinan itu >> memiliki keyakinan yang menghujam di hati, dan keyakinan itu justru sangat menusiawi.seperti doa yang dipanjatkan rasul saw. pd perang badr, "jika Kau biarkan pasukan ini binasa, kau takkan disembah lagi di bumi! ya allah, kecuali jika Kau memang menghendaki untuk tak lagi disembah di bumi". itu iman. itu iman yang gelisah.
semantara kenaifan telah diajarkan iblis, untuk menilai sesuatu dari asal penciptaan lalu penciptaan itu menghalangi ketaatan pada penciptany. seperti doa abu Jahl pada waktu perang badr; "ya allah, jika yang dibawa Muhammad memang benar dariMu, hujani saja kami dengan batu" doanya begitu bulat, utuh dan pejal. tak menyisakan sedikitpun ruang untuk bertanya.
memejamkan mata! yang dialami para peyakin sejati adalah sebuah keterhijaban akan masa depan. mereka tak tahu apa sesudah itu. yang mereka tahu saat ini bahwa ada perintah ilahi untuk begini. dan iman mereka selalu mengiang-ngiangkan satu kaidah suci, "jika ini perintah ilahi, Dia takkan pernah menyia2kan iman dan amal kami". lalu mereka bertindak. mereka pedukan tekad untuk taat dengan rasa hati yang kadang masih berat. mereka satukan keberanian melangkah fengan gelora jiwa yang bertanya2.
ddu, jika ada perintahNya yang beratbagi kita, mari pejamkan mata utnuk menyempuranakan keterhijaban kita. lalu kerjakan. mengerja sambil memejam mata adalah tanda bahwa kita menyerah pasrah pada tanganNya yang sekaligus mengatur seglanya jadi indah. tangan yang menuliskan musibah dan kesulitan sebagai sisipan bagi nikmat dan kemudahan. tangan yang mencipta kita, dan padaNya jua kita pulang, ddu..
BEKERJA , MAKA KEAJAIBAN
MARI BELAJAR pada Hajar bahwa makna kerja keras itu adalah menunjukkan kesungguhan kita kepada Allah. mari bekerja keras seperti Hajar dengan gigih, dengan yakin. Bahwa Dia tak pernah menyia2kan iman dan amal kita. lalu biarkan keajaiban itu datang dari jalan yang tak kita sangka atas iradahNya yang Maha Kuasa. Dan biarkan keajaiban itu menenangkan hati ini dari arah manapun yang Dia kehendaki
ddu, bekerjalah, beramalah... karaena dalam keberanian memulai itu terletak kemudahannya. karena itu semua merupakan bukti kesyukuran kita.
"andai si biji hanya menumbuhkan akarnya
tanpa kehendak untuk tampil dengan batang
menggapai langit dengan ranting dan cabang
jadilahh ia bangkai
yang layaknya memang terkubur dalam2.
ketikapun dunia dipenuhi maksud baik dan hati yang berbudi, maka yang membedkan manusia satu dengan yang lain adalah aksi dan amal mereka. dan bumi menanti makhluk yang diamanahi pemakmurannya ini mengerjakan amal shalih, kerja2 ketaatan, dan laku2 kebajikan.
sebuah biji awal2 menumbuhkan akar sebgaai tempat berpijak sekaligus mengambil makanan. lalu dengan itu dia menyeruakkan diri ke atas, bekerja keras membelah bumi dan tanah padas, untuk tampil di permukaan. sejalan dengan akarnya yang kian menghujam, meneguhkan, dan mengcerangkah makanan, batang dan daunnya semakin tegak meninggi. dia membongsorkan pokoknya, menambah rerantingnya, dan melebatkan daun2nya.
maka amal shalih, kerja2 ketaatan, dan laku2 kebajikan, adalh batang yang tumbuh tegak secar alami dari keimanan yang telah berakar dalam jiwa. mereka adalah gerak yang bermula pada detik dimana hakikat keimanann itu menghujam dalam hati. maka keimanan adalah hakikat yang aktif dan energik. begitu hakikat keimanan menghujam dalam nurani, maka pada saat itu pula bergerak mengekspresikan dirinya di luar dalam bentuk amal shalih.
itulah iman islami! tidak mungkin tinggal diam tanpa gerak atau tersembunyi tanpa menampakkan diri dalambentuk yang dinamis di luar diri sang mu'min. jika tak bisa melahirkan gerakan yang alami tsb, maka keimanan itu adlah palsu atau mati.
qs. at-taubah; bekerjalah kamu maka Allah dan rasulNya akan meliihat kerja2 kalian.
amal2 itulah yang membuat kita
Menjulang, menggapai cakrawala yang luas, dn mampu memberi naungan dengan rimbun2 daun2...
MANIS, HARUM, LEMBUT
sebuah tanya yang menginsyafkan bahwa yang dinanti oleh dunia dari pohon iman kita adalah rasa buahnya, sementara kita telah sekian lama hanya membanggakan akar yang teguh, pokok yang kokoh, dan reranting yang menjulang di alngit sejarah. selama ini , rasa buah dari pohon iman kita mungkin belum menyapa mulu2 kehausan, perut2 kelaparan, dan tubuh2 lunglai yang merindukan gizi kemanfaatan. ukhuwah adalah soal menyuapkan lezaatnya rasa buah dari pohon iman kita. tanpa henti, tnpa jeda, dengan rasa terbaik yang kita hasilkan dari tumbuh dan mekarnya pohon iman.
"orang mukmin itu, bagaikan sebuah pohon yang berbuah setiap waktu. pada musim panas maupun dingin, pada malam hari jug apada siangnya. demikianlah seorang mukmin yang senantiasa diangkat amal baiknya sepanjang malam dn siang di tiap detik, tiap kejap, tiap saat. dengan izin RabbNya, yakni secara sempurna, baik, banyak, bagus, dan penuh kebaikan
TERHUBUNG KE LANGIT
berdirimu di waktu malam sujudmu yang dalam
mengokohkan hatimu melebihi gunung membiru
lalu kau terima beban untuk mencintai semesta
membagi senyum ketika kau terluka
memberi minum ketika kau dahaga
menghibur jiwa2 ketika kau terluka
berdiri di waktu malam dapat membuat hatinya menjadi kokoh melebihi gunung, jiwanya lebh perkasa daribumi, dadanya lebih lapang dari lautan.. menghungkan dirinya dengan sumber kekuatan yang Maha perkasa.
shalat itu kewajiban baginya, salat itu menjaganya dari perbuatan keji dan munkar. di ruku' Maha Agunglah Allah dan dia memuji Ilahi. lalu allah mendengarkan permohonan oran gyang memujinya, dan mejwb derap2 permohonannya yang menggelora/ dia sujud. Maha tinggilah Allah. dan dia merasakan betapa dekatnya, betapa mesranya, betapa asyiknya bicara pada Rabbnya dalam hening, mengadu, berkeluh, berkesah tentang sgalanya. tentan gberatnya tugas, tentanf lemahnya daya dan kekuatan.
ddu, kita rindu mewarisi keteguhan sang Nabi. ddu, kita rindu dicurahi rahmatNya hingga mampu berlema lebut pada sesama. dalam ldu, kita berharap tak ada yang lari dari sisi karena kekasaran sikap dan kekerasan hati ini.
org2 yang terhubung ke langit lah, orang2 yang menanggung beban untuk membawa manusia ke jalan cahaya. mereka menjadi manusia2 denganketahanan menakjubkan menghadapi kebengalan sesama titah. mereka menjadi orang 2yang paling teguh hati, paling lapang dada, paling sabar, paling lembut, palinng santun, paling ramah, dan paling ringan tangan. keterhubungan dengan langit itu yang mempertahankan mereka di atas garis edar kebajikan, sebagai bukti bahwa merekalah wakil sah dari kebenaran.
ddu, orang2 yang terhubung ke langit adalah orang yang lah tak membiarkan sedikitpun mereka terlepas dari pelajaran untuk memiliki akhlak dan perilaku mulia. allah ingin tiap2 manusia menuntaskan tugasnya hingga paripurna karena bersamaan dengan itu disepurnakan pula didikan rabbani pada karakter pribadinya. jika dia meninggalkan sebelum tuntas, maka akan Allah gunakan cara lain untuk memberikan kemuliaan kepadanya
DAN BERSAMALAH DISINI
''malam berlalu,
tapi tak mampu kupejamkan mata dirundung rindu
kepada mereka
yang wajahnya mengingatkanku akan surga
wahai fajar terbitlah segera,
agar sempat kukatakan kepada merkea
"aku mencintai kalian karena allah"
-Umar BK-
kecintaan kepada fitnah >> harta dn anak2
kebencian kepada al-haq >> membenci kematian
shalat tanpa wudhu >> bershalawat
membersamai orang2 yang; diamnya menjadi tasbih, bicarnaya menjadi ilmu, ucapannya penuh doa. tak ada yang sia2. bahkan dalam candanya, terkandung ilmu dan kebenaran yang membuat kita merenung dalam2...
hati kita memang berbolak-balik, tergoyah-gayuh , maka keajegan takwa dalam hati akan terdukung dengan adanay orang2 di sekeliling kita
apa rambu yang kita jaga agar selaras dengan semangat kebersamaan ddu ini?
jangan kalian saling membenci, saling menipu, saling dengki, memutuskan hubungan, janganlah sebagian menyerobot akad dagang sebagian yang lain.
takwa adalah juga kepekaan hati, maka menjaga kehormatan dalam persaudaraan itu difahami pleh para ulama sampai hal sekecil2ny, sehalus2nya, sesamar2nya. takwa ada;ah pilar yang menyangga setiap interkasi dengan sesama muslim ddu. penjagaan takwa itu dimulai dengan terlarangnya hal2 yg bisa menyakiti hati dan merusak persaudaraan/.
TANAH GERSANG
dalam hubungan yang kita jalin di kehidupan, setiap orang alah guru bagi kita
ya , setiap orang, siapapun mereka. yang baik, juga yang
hjahat. betapapun yang mereka berikan pada kita selama ini
hanyalah luka, rasa sakit, kepedihan, dan aniaya, mereka
tetaplah guru2 kita. bukan karena mereka orang2
yang bijaksana. melainkan karena kitalah yang sedang belajar untuk mejadi bijaksana
merka mungkin tanah gersang. dan kitalah murid yang
belajar untuk mejadi bijaksana. kita belajar untuk menjadi
embun pada pagiya, awan teduh bagi siangnya, dan
rembUlan yang menghias malamnya
tetapi barangkalii, kita justru adalah tanah yang paling gersang/
lebih gersang dari sawah yang kerontang. lebih
cengkar dari lahan kering di kemarau yang panjang.
lebih tanduns dari padang rumput yang tebakar dan hangus
maka bagi kita sang tanah gersang, selalu ada kesempatan
menjadi murid yang bijaksana
seperti matahari yang tak hendak dekat2 bumi karena
khawatir nyalanya bisa memusnakhan kehidupan. seperti gunung api yang lahar panasnya kelak menjelam lahan
subur, sejuk menghujai berwujud hutan
dan seperti batu cadas yang memebri kesempatan lumut
utnuk tumbuh di permukaannya. dia izinkan sang lumut menghancurkan tubuhnya, melembutkan kekerasannya
demi tercipta butir2 tanah........
SEGALANYA ADALAH CERMIN
semua orang yang ada dalam hidup kita
masing2nya, bahkan yang paling menyakiti kita
diminta untuk ad disana
agar cahaya kita dapat menerangi jalan mereka
mungkin saja , pujian anda mengangkat semangat dalam jiwa orang2 kesepian yang hampir putus asa untuk berbuat baik. anda tidak pernah tau bahwa bisa saja pujian anda yang sambil lalu itu, barangkali mengenai seorang anak laki2, perempuan, pada titik penting ketika merkea--- seandainya tidak dapat sapaan itu--- sudah akan menyerah.
segalanya adalah cermin. kemampuan kita utnuk mengaca, melihat hal2 baik dan keunggulan pada siapapun yang ada di sekeliling, baik dia sahabat/ musuh, akan memberi nilai kebajikan pad atiap hubungan yang kita jalin drngan mereka. kita bercermin, melihat bahwa ada selisih nilai antara kita dan sang bayang2. lalu kita menghargai kelebihannya. memujinya, dan belajar darinya... sehingga kebaikan itu makin bercahaya..
orang yang kita anggap spt saudara,; kt memangdang mereka dalam tatapan cinta. tatapan cinta untuk tak hanya takjub, melainkan juga mengejar ketertinggalan, dan menebus selisih nilai dimana kt mah berada di bawah tingkat kejelitaan akhlak merkea. kita bercermin utnuk mendaki, menggapai derajat yang makin tinggi. lalu cinta kita dan mereka makin dalam dan penjulang.
jika anda membenci seseirang, anda sebenarnya membenci sesuatu dalam dirinya yang merupakan bagian dari diri anda . apa yang bukan merupakan bagian dari diri anda sama sekali tak mengganggu anda."
maka saat kita berkaca, menemukan aib pada kawan perjalanan itu sungguh sama artinya dengan menemukan aib kita. ddu, setiap saudara adalah tempat kita bercermin untuk melihat bayang2 kita. dalam hening kita mematut diri di hadapannya, lalu kita sempatkan untuk bertanya, " adakah retak2 disitu??"
seringkali memang ada retak yangmenghiasi bayangna kita dalam kaca. ddu, kita diajarkan bahwa retak itu bukan terletak pada sang kaca. retak itu justru mungkin terdapat pada sekujur diri kita yang sedang berdriri di depannya, . lalu kita pun merapikan dri, menata jiwa, merekatka retakan2 itu hinggga sang bayangan turut menjadi utuh.
makna bercermin tak sampai disitu,. ddu, kita juga tau, menjadikan sesama peyakin sebagai cermin berarti mellaihat dengan seksama peyakin sebagai cermin berarti melihat dengan seksama. lalu saat kita menemukan hal2 yang tak terkenan di hati dalam gambaran tiu, kita tahu bahwa yang harus kita benahi bukanlah sang bayang2. kita tahu, yangharus dibenahi adlah diri kita yang sednag mengaca. yang harus diperbaiki bukan sesama yang kita temukan celanya, melainkan pribadi kita ynag sdang bercermin padanya.
satu lagi, jikapun sang cermin buram. barangkali noda itu disebabkan hembusan nafas kita yang terlalu banyak mengandung asam arang dosa..
ddu, kita menginsyafi bahwa diri kt adalah orang yang paling memungkinkan untuk diubah agar segala hubungan menjadi indah. kt sadar bahwa siri kitalah yang ada dalam genggaman untuk diperbaiki dan dibenahi. kita mafhum, bahwa jiwa kt-lah yangharus dijelitakan agar segala bayang2 yang menghuni para cermin menjadi memesona. ddu, biarkan sesama peyakin sejati sekedar memantulkan kembali keelokan akhlak yang kita hadirkan..
IMAN YANG TAK SENDIRI
DENGAN SEGALA KELEMAHAN dan kealpaan dalam menjga hubungan dengan sesama, mungkin tak hanya satu jari yang harus ditelunjukkan ke wajah kita. lalu sebuah kesadaran menyentak, "Engkau! dalam dirimu masih terdapat kejahiliyahan".
94sequel=======
Referensi :
akhukum, Salim Fillah.2010.Dalam Dekapan Ukhuwah.Yogyakarta:Pro-U Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar